Menjemput Tumpahan Pariwisata Bali
 

 

Jekneiya Dari Udaya (Foto: dr. Ben Wayan)

Bali semakin padat. Beberapa pengusaha pariwisata mulai melirik daerah di luar Bali sebagai “tumpahan”. Sejumlah pengusaha bidang pariwisata di daerah itu – terutama pemilik resort atau hotel, mulai menjajaki untuk membangun resort atau hotel di Kepulauan Selayar.

Beberapa pengusaha itu bahkan sudah berkunjung langsung ke daerah ini, yang antara lain meninjau pantai timur Selayar, Pulau Gusung, dan pesisir barat Selayar.


Mereka memiliki beberapa alasan. Tapi yang paling mendasar, adalah:

1. Bangunan di Bali yang tidak memungkinkan dibuat menjulang tinggi berdasarkan regulasi yang berasaskan nilai-nilai lokal.

2. Perluasan areal usaha yang sudah sulit untuk dilakukan karena sudah padatnya usaha jasa pariwisata di daerah-daerah sentra wisata.

3. Tingginya biaya pengembangan usaha, terutama karena harga tanah yang sudah sangat tinggi.

 

Akibatnya, ketika jaringan travel mereka di Eropa misalnya harus menerima dan “mengirim” tamu melebihi kapasitas penginapan atau hotel mereka, mereka kelabakan mencari tempat alternatif terutama pada peak season, dimana jaringan mereka sendiri di Bali sudah full booked.

 

Berdasarkan kondisi tersebut, beberapa pengusaha jasa penginapan mulai melirik daerah di luar Bali, dengan kondisi alam yang tidak terlalu jauh berbeda dengan Bali, baik kondisi air laut, pantai dan ada budaya lokal yang unik yang secara regular bisa dinikmati.

 

Kepulauan Selayar – paling tidak, “dianggap” bisa memenuhi kriteria itu.

Untuk itu, pola pendekatan dalam pengembangan pariwisata Selayar sudah harus dimulai dari sekarang.

Kalau kita sepakat untuk mengundang para pengusaha resort atau hotel, maka yang harus mulai disosialisasikan mulai dari sekarang adalah, regulasi yang berkaitan dengan perizinan, baik yang berkaitan dengan kepemilikan tanah, “kemudahan” perizinan yang ditawarkan, dll.


“Undangan” investasi juga sudah perlu dibuatkan “brosur”, mungkin dalam bentuk brosur sendiri, atau attached dalam brosur pariwisata. Perubahan content dalam brosur pariwisata yang “hanya” memperkenalkan daerah tujuan wisata harus mulai ditingkatkan, misalnya, “Bagaimana Berinvestasi Di Selayar”, mencakup regulasi, pusat informasi dan contact person, serta apa saja yang siap disediakan oleh pemerintah daerah dalam “memudahkan” satu investasi.


Dalam promosi pariwisata di luar daerah, sudah harus ada sesi khusus dengan “pengusaha” pariwisata, terutama hotel chain dan travel agent yang menjelaskan kenapa berinvestasi di Selayar akan menguntungkan (profit approach), dan bukan hanya ramah tamah dengan memperkenalkan potensi daerah ini (destination approach).


Alasannya sangat sederhana. Segencar bagaimanapun promosi yang dilakukan oleh pemerintah daerah, tidak akan efektif apalagi kalau hanya promosi pengenalan, tanpa melibatkan pihak swasta, sebab daerah tujuan wisata (DTW) tidak pernah berdiri sendiri, karena harus melibatkan travel agent dan pengusaha perhotelan / penginapan.


Ketika mereka telah melakukan investasi di bidang pariwisata, maka promosi dan pengorganisasian kunjungan akan otomatis dilakukan oleh para pengusaha itu.


 

 
Halaman : 12345678910>...
 
Through MDGs
 

 

- "Bangsa - bangsa di dunia ini berkembang karena mendidik anak-anak mereka" Hipokrates

 

Seorang pekerja anak ……

buruh panggul ….

bertahan di atas kendaraan …

agar tidak jatuh

agar bertahan hidup …

 

        - Tidak pernah terlambat untuk peduli dan berbagi. 

- Selayar Online -

 
Public Corner