Arsitektur Kolonial Kota Benteng
 

 

Salah satu tinggalan budaya masa lalu di suatu kota adalah bangunan. Bangunan merupakan salah satu gubahan arsitektur atau karya seni manusia yang mencerminkan gaya pada suatu masanya. Hal itu  dipengaruhi oleh keadaan geografis, geologis, iklim dan budaya (Sumintardja, 1978: 4).

Penjajahan Belanda di Indonesia telah membawa pengaruh yang tidak sedikit dalam kehidupan bangsa Indonesia, baik dari sisi ekonomi, hukum, bahasa, sosial, maupun arsitektur bangunan yang berkembang saat itu.

Pemerintahan kolonial tersebut, telah memberi pengaruh positif dalam pengembangan kota. Jejak-jejak arsitektur kolonial telah ikut memberi warna Kota Bentang, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Bentuk arsitektur yang dijumpai pada bangunan peninggalan tersebut, mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga mudah dikenali ketika memasuki kota ini.

Bangunan ini mampu memberikan image pada Kota Benteng sebagai kota bersejarah.

Bangunan dan kawasan bersejarah dapat menambah citra dan identitas bagi suatu kota. Keeksistensian bangunan bersejarah mampu membentuk nilai-nilai lokalitas dalam wujud arsitektural yang memberikan citra tersendiri bagi suatu kota (Johana 2004:1). Citra dan identitas kawasan seringkali menjadi tolok ukur bagi kualitas suatu lingkungan, khususnya menyangkut cara pandang orang terhadap nilai lingkungan tersebut. Dengan kuatnya citra kawasan, identitas pun akan muncul sebagai suatu pembedaan terhadap kawasan-kawasan lainnya. Identitas ini menjadi ciri tersendiri bagi suatu kawasan (Muharam 2002:1). 

Bangunan kolonial di Kota Benteng adalah Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Selayar (sudah direhab) yang dulunya menjadi tempat tinggal Controleur Belanda, rumah tahanan Belanda yang kini menjadi Lembaga Pemasyarakatan Selayar, Kantor Administrasi Belanda dan kini menjadi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kantor Polisi yang saat ini menjadi kantor PD.Berdikari (sudah direhab), tangsi militer (kini menjadi salah satu kantor Polres Selayar, dan beberapa bangunan lain yang menjadi rumah tinggal pegawai Belanda.

Tapi yang paling menonjol – karena antara lain menyimpan corak arsitektur kolonial yang sangat kental, adalah Rumah Jabatan Bupati dan Lembaga Pemasyarakatan.

Tapi pada edisi kali ini, tulisan diarahkan pada seputar Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Selayar – yang di samping untuk menjawab pertanyaan seputar pembangun dan tahun pembangunannya, juga untuk membangun wacana bahwa arsitektur kolonial yang dimiliki, (sebenarnya) bisa dijadikan identitas kota sebagai kota bersejarah, yang sangat memungkinkan untuk dijadikan sebagai salah satu icon program pariwisata.

Welcome to Selayar ….


 
Halaman : 12345678910>...
 
Through MDGs
 

 

- "Bangsa - bangsa di dunia ini berkembang karena mendidik anak-anak mereka" Hipokrates

 

Seorang pekerja anak ……

buruh panggul ….

bertahan di atas kendaraan …

agar tidak jatuh

agar bertahan hidup …

 

        - Tidak pernah terlambat untuk peduli dan berbagi. 

- Selayar Online -

 
Public Corner