Bitombang; Kampung Tua Yang Menyimpan Misteri
 

 

 

Pria dan anak Bitombang, 1915 (Foto: KITLV-Leiden)

Kearifan lokal (local wisdom, local knowledge, local genious) diterjemahkan sebagai kecerdasan / pengetahuan setempat atau pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas masyarakat lokal (adat, agama, ilmu pengetahuan, ekonomi, tehnologi, organisasi sosial, bahasa dan komunikasi, serta kesenian) dalam menjawab berbagai masalah untuk mempertahankan, memperbaiki, mengembangkan unsur kebutuhan mereka, dengan memperhatikan ekosistem serta sumberdaya manusia yang terdapat pada warga mereka sendiri (Hermana, 2006).

 

Kearifan lokal telah menjadi tradisi-fisik-budaya, dan secara turun-temurun menjadi dasar dalam membentuk bangunan dan lingkungannya, yang diwujudkan dalam sebuah warisan budaya.

 

Maka tentu bukan keisengan ketika sebuah rumah dibangun di lereng bukit dan bukan di permukaan tanah yang relatif datar.

 

Konstruksi rumah (tua) di Bitombang, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar, masih mengandung misteri. Pemilihan tempat untuk membangun rumah yang harus di lereng bukit, tentu juga bukan karena sekedar ingin menikmati pemandangan karena ketika melongok keluar jendela di bagian belakang rumah, akan terlihat lembah yang hijau oleh pepohonan.

 

Dalam masyarakat tradisional, “tradisi” adalah sebuah pakem yang menjadi anutan secara turun temurun, dan hampir tidak ada “kejutan” dalam tatanan kehidupan masyarakat sehari-hari, misalnya membangun rumah di lereng bukit hanya sekedar mengikuti trend di masanya.

 

Budaya lokal tercipta melalui proses yang panjang, bersifat evolutif, dan proses transfer ilmunya melalui bahasa tutur/lisan dan praktek langsung secara lintas generasi.

 

Pembuatan rumah pada lereng tebing tentu juga tidak sekadar untuk menghindari binatang buas sebagaimana disebut Amos Rapoport (1969), tapi tentu memiliki makna dan tujuan.

 

Dan satu hal yang sering dikaitkan dengan konstruksi ini adalah usia rata-rata penduduknya yang di atas 90 tahun, dan sampai akhir tahun 2012 lalu, masih ditemukan salah seorang penduduk yang berusia 1 abad.

 

Tapi betulkah ada pengaruh antara tiang yang tinggi atau panjang dengan usia panjang? Atau ada elemen lain?.


Kami mencoba mengangkatnya untuk dijadikan bahan diskusi dalam sebuah tulisan pendek; “Bitombang; Kampung Magis Penuh Misteri”.

 

Bisa jadi ada kearifan lokal yang coba disampaikan para “arsitek” tempo dulu itu. Bisa saja.

 

Selamat membaca.

 

 

 

 
Halaman : 12345678910>...
 
Through MDGs
 

 

- "Bangsa - bangsa di dunia ini berkembang karena mendidik anak-anak mereka" Hipokrates

 

Seorang pekerja anak ……

buruh panggul ….

bertahan di atas kendaraan …

agar tidak jatuh

agar bertahan hidup …

 

        - Tidak pernah terlambat untuk peduli dan berbagi. 

- Selayar Online -

 
Public Corner