
Pertama kali bekerja dengan hotel chain Intercontinental – setelah meninggalkan Sheraton, penulis ditempatkan di Hurghada, Provinsi Laut Merah, sebuah daerah wisata baru di tepi Laut Merah yang lautnya biru. Dari daerah yang awalnya hanya ada hotel melati dengan 10 kamar untuk perwira militer penjaga perbatasan, dalam hitungan hanya 5 (lima) tahun, jumlah kamar berbintang telah melebihi 20.000 kamar. Jaringan hotel yang masuk seperti tidak terbendung: Hilton, Marriot, Intercontinenatal, Sheraton, Westin, Jolie Ville, Aston, Moven Pick, dst.
Perkembangan signifikan ini bisa terjadi karena adanya kerjasama nyata antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dari sisi pemerintah, yang pertama disiapkan adalah bagaimana akses ke daerah itu menjadi mudah. Maka yang pertama dibangun adalah jalan raya dengan melewati gurun dan pegunungan cadas, dan tidak tanggung-tanggung; jaraknya sekitar 600 km dari kota Cairo. Itu untuk akses darat. Di waktu yang bersamaan, dibangun lapangan udara (yang dalam waktu hanya satu tahun, sudah berstatus Bandara Internasional). Sebab di samping luas landasan yang memang sudah disiapkan dari awal, juga penyiapan fasilitas bandara sudah diperhitungkan – dan beberapa fasilitas dibangun secara bertahap bahkan sebelum dibutuhkan, termasuk untuk fasilitas keimigrasian dan bea cukai.
Di sisi lain, penyiapan air bersih dan listrik sebagai kebutuhan dasar, juga sudah disiapkan sejak awal, termasuk drainase bawah tanah. Yang terakhir ini mutlak dilakukan, karena sudah dipastikan, bahwa daerah wisata masa depan bukan hanya harus bersih dan sehat, tapi terutama harus berwawasan lingkungan.
Hal lain yang juga dipersiapkan pemerintah dalam waktu yang bersamaan, adalah, penyiapan kredit lunak untuk siapa saja yang ingin membuka usaha pariwisata di wilayah itu, terutama bagi mahasiswa yang baru tammat dari perguruan tinggi dan ingin masuk di usaha pariwisata, baik untuk jasa penginapan kecil skala chalet, restoran, souvenir, dive center, rental mobil dan kuda, dll. Bahkan bank pemerintah, menyediakan kredit dengan tanpa bunga (ditalangi oleh pemerintah) selama satu tahun bagi usaha masyarakat yang memang mulai berjalan dan tinggal dikembangkan. Pemerintahpun membuka kursus bahasa asing murah untuk anak-anak putus sekolah (Bahasa Inggris menjadi pelajaran wajib di sekolah) serta kursus kuliner, baik untuk masakan continental maupun oriental.
Kebijakan resmi pemerintah Mesir (dan ditindak lanjuti dengan kebijakan luar biasa oleh pemerintah Provinsi), adalah:
- Ada “target” negara, yang antara lain ditentukan dari kedekatan geografis dan kecenderungan wismannya, apakah wisata bahari, sejarah, dst, tentunya dengan tetap melakukan promosi pariwisata ke semua negara prospek.
- Membangun jaringan informasi pariwisata yang komprehensif, terutama melalui kedutaan mereka di luar negeri, dan pemanfaatan IT. Perlu diketahui, menurut survey Majalah Tourism, 93,5 % yang akan bepergian ke luar negeri menggunakan internet untuk mengumpulkan informasi tentang daerah yang kemungkinan dan atau akan dikunjunginya.
- Membuat brosur, leaflet atau brosur yang akan disebar pada setiap pameran pariwisata (terutama negara target) baik dengan membuat stand ataupun dengan “menitip”.
- Melakukan presentasi dengan travel (terutama) negara target antara lain mengenai beberapa alternatif paket kunjungan.
- Menggalakkan pariwisata dalam negeri dengan antara lain membedakan tariff penginapan / hotel antara masyarakat lokal dengan orang asing.
Untuk Selayar, dengan melihat pengalaman negara ini, hal-hal yang perlu dilakukan, adalah:
- Membenahi jalur penerbangan yang ada, terutama yang mampu diakses oleh negara target yang secara geografis sangat dekat, misalnya Australia dan New Zealand, atau negara Asean. (Untuk wisman dari Eropa atau Amerika, yang berkunjung ke daerah ini haruslah “turis matang” karena harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit)
- Adanya transportasi cepat ke daerah wisata, terutama kawasan Taka Bonerate. (Perlu dipertegas, bahwa kebanyakan wisman mempunyai pekerjaan dengan jadwal libur yang ketat). Akan sangat lucu bila Selayar memiliki 400 kamar bintang lima tapi transportasi tidak lancar dan tidak nyaman. Untuk kasus tertentu, “keterbatasan” transportasi bisa juga menjadi peluang, seperti Hotel milik Richard Branson di Italia yang tidak meiliki jalan darat, tapi tamu “masuk” melalui parasut).
- Mengefektifkan brosur melalui pameran pariwisata dan kedutaan Indonesia di luar negeri, terutama di negara - negara target.
- Pelatihan guide dan kuliner untuk masakan internasional, paling tidak yang umum.
- Membuat sistim informasi pariwisata terpadu yang harus diupdate dari waktu ke waktu, yang mencakup glosary pariwisata Selayar secara keseluruhan, termasuk jarak, waktu tempuh dan biaya yang harus dikeluarkan. (Perlu ditegaskan kembali, para wisman akan terlebih dahulu membuat perencanaan yang matang ketika mengunjungi satu daerah, apalagi daerah baru),
Dan dari pengalaman berinteraksi dengan dunia pariwisata, hal lain yang menjadi sangat penting, adalah, keamanan dan kenyamanan. Keamanan berarti; jauh dari tindak kejahatan dan penyakit. (Selama bertahun-tahun, beberapa majalah pariwisata internasional membuat specific warning tentang copet dan malaria ketika berkunjung ke Indonesia). Inilah yang menjadi alasan kenapa alamat dokter / rumah sakit dan kantor polisi juga harus dicantumkan sebagai “bagian” dari promosi pariwisata. Ketika penulis mengambil kuliah pariwisata, pertanyaan pertama yang diajukan dosen kami adalah; “apa saja kekhawatiran anda ketika mengunjungi satu tempat?”. Jawabannya bisa saja panjang dan beragam.
Tapi apapun jawabannya, kekhawatiran itulah yang harus dihilangkan dan memaksimalkan yang sebaliknya; keamanan dan kenyamanan.
Dari sanalah pariwisata Selayar harus dimulai.

|
|
|
- "Bangsa - bangsa di dunia ini berkembang karena mendidik anak-anak mereka" Hipokrates |
![]() |
Seorang pekerja anak …… buruh panggul …. bertahan di atas kendaraan … agar tidak jatuh agar bertahan hidup …
- Tidak pernah terlambat untuk peduli dan berbagi. - Selayar Online - |
![]() |
![]() |
![]() |





















































